Sebelum menikah, biasanya catin (calon pengantin) dianjurkan untuk melakukan vaksinasi, untuk mencegah berbagai masalah kesehatan bagi kedua pasangan maupun  anak yang akan mereka rencanakan di masa depan.

Vaksinasi merupakan langkah yang tepat dan efektif dilakukan untuk calon pengantin, agar mereka terhindar dari penularan penyakit seksual. Selain itu, gangguan medis yang mungkin bisa ditularkan ibu ke janin pun bisa dicegah. Berikut daftar vaksin yang dianjurkan sebelum melakukan pernikahan:

Daftar Vaksin Rekomendasi Sebelum Menikah

1. Vaksin HPV (human papilloma virus)

Pertama ada vaksin HPV (human papilloma virus), vaksin yang ampuh untuk mencegah dan menjinakkan virus HPV. Virus HPV sendiri merupakan virus yang bisa menyebabkan penyakit kanker, salah satunya adalah kanker serviks.

Virus HPV ini menular melalui sentuhan langsung dari kulit ke kulit, jadi jika salah satu pasangan ada yang terinfeksi, maka risiko penularannya sangat besar. Meski laki-laki tidak mungkin terkena kanker serviks, namun vaksin HPV tetap dibutuhkan untuk menghentikan penularan dari pasangannya.

Idealnya, vaksin HPV ini harus dilakukan ketika anak laki-laki maupun perempuan belum aktif secara seksual. Namun jika tidak, melakukan vaksinasi HPV sebelum menikah juga tetap efektif untuk mencegah virus HPV tersebut.

Vaksin Untuk Pengantin
Vaksin Untuk Pengantin

2. Vaksin DPT dan TT

Vaksin yang direkomendasikan untuk dilakukan kedua calon pengantin sebelum menikah selanjutnya adalah vaksin DPT dan TT. Vaksin DPT dapat mencegah risiko terkena penyakit difteri, pertusis, dan tetanus, sedangkan vaksin TT dapat menghindarkan pasangan dari penyakit tetanus.

Karena itu, vaksin ini sangat perlu dilakukan, terutama untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi di masa depan. Lebih-lebih jika calon ibu tersebut belum mengikuti jadwal pemberian vaksin secara lengkap ketika masih kecil.

Berikut jadwal vaksinasi TT yang direkomendasikan oleh Kemenkes:

  • TT 1 : 2 minggu sebelum melakukan pernikahan.
  • TT 2 : 1 bulan setelah TT 1 (efektif melindungi selama 3 tahun ke depan).
  • TT 3 : 6 bulan setelah TT 2 (efektif melindungi selama 5 tahun ke depan).
  • TT 4 : 12 bulan setelah TT 3 (efektif melindungi selama 10 tahun ke depan).
  • TT 5 : 12 bulan setelah TT 4 (efektif melindungi selama 25 tahun ke depan).

3. Vaksin Cacar Air

Berikutnya ada vaksin cacar air, yang wajib dilakukan oleh semua orang, terutama untuk Anda yang ingin menikah dan merasa belum pernah melakukan vaksinasi ini. Untuk mengecek apakah Anda pernah melakukan vaksinasi cacar air atau belum, maka bisa cek darah.

Jika tidak melakukan vaksinasi ini, maka akan sangat berbahaya, khususnya ketika hamil dan menderita cacar air. Ya, cacar air yang terjadi pada ibu hamil akan sangat membahayakan si kecil. Karena itu, sebelum program anak pastikan sudah melakukan vaksinasi cacar air terlebih dahulu.

Setelah melakukan vaksinasi cacar air, pasangan harus menunggu setidaknya hingga 1 bulan sebelum merencanakan kehamilan. 1 bulan adalah waktu minimal yang dibutuhkan agar vaksin bisa membentuk antibodi yang bisa menjinakkan virus cacar air.

Lihat pula: Perbedaan Berbagai Vaksin Covid-19 Sinovac DLL

4. Vaksin MMR (Measies, Mumps, Rubella)

Berikutnya ada vaksin MMR, vaksin yang sangat direkomendasikan sebelum Anda melakukan pernikahan dan merencanakan kehamilan. Vaksin ini sangat efektif menghindarkan diri, pasangan, dan keturunan dari penyakit gondong, campak, dan rubella.

Ya, terkena gondong, campak, dan rubella saat hamil, dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, karena itu mutlak harus dilakukan. Sebagaimana vaksin cacar air, vaksin MMR ini membutuhkan waktu minimal 1 bulan sebelum membentuk antibodi di dalam tubuh manusia dengan sempurna.

5. Vaksin Hepatitis B

Vaksin yang direkomendasikan sebelum melakukan pernikahan yang terakhir adalah Vaksin Hepatitis B, yang ampuh untuk mengamankan pasangan dari penyakit Hepatitis B yang sangat menular. Jika Anda belum tahu, penyakit ini sangat menular, antar pasangan, maupun dari ibu ke bayi.

Menikah Lebih Tenang Dengan Vaksin
Menikah Lebih Tenang Dengan Vaksin

Penyakit ini bisa menular melalui sperma, ludah, darah, dan lain sebagainya, jadi risiko menularnya sangat besar, salah satunya ketika pasangan melakukan hubungan seksual. Ibu hamil yang terinfeksi Hepatitis B juga bisa menularkannya ke bayi, yaitu ketika proses persalinan.

Ketika Anda dan pasangan memutuskan untuk menikah, jangan lupa untuk konsultasi ke dokter atau petugas kesehatan tentang vaksin apa saja yang dibutuhkan. Dengan melakukan vaksinasi, Anda, pasangan dan buah hati di masa depan akan terhindar dari risiko terkena berbagai masalah kesehatan.

Write A Comment