Kabar baik! Meski belum dipastikan efektivitasnya, beberapa vaksin Corona sudah berhasil diciptakan bahkan didistribusikan kepada negara pemesan. Beberapa vaksin Corona tersebut di antaranya adalah Sinovac, Pfizer, dan Moderna.

Indonesia sendiri sudah membeli Vaksin Sinovac dan sudah ditentukan juga siapa saja yang warga yang akan menerimanya pertama kali. Akan tetapi, apa sih sebenarnya perbedaan vaksin Sinovac, Pfizer, dan Moderna?

Perbedaan Vaksin Sinovac, Pfizer dan Moderna

1. Isi Vaksin

Jika dilihat dari isinya, Sinovac mengandung virus SARS-CoV-2 yang telah dilemahkan/dimatikan, yang mana  merupakan cara tradisional dalam membuat vaksin. Virus-virus SARS-Cov-2 yang dimatikan tersebut diharapkan mampu membangkitkan imunitas pada tubuh manusia terhadap Covid-19.

Sedangkan Pfizer dan Moderna menggunakan mRNA, yang bisa mendorong sel tubuh manusia untuk menciptakan antigen yang bisa melawan Covid-19. Cara ini lebih inovatif, karena belum banyak digunakan dalam membuat vaksin.

2. Dosis

Ketiga vaksin di atas harus diberikan dalam dua  dosis agar efektif membentuk imunitas terhadap SARS-CoV-2. Namun begitu, jangka pemberian vaksin di antara ketiganya berbeda-beda, dimana Pfizer membutuhkan jeda tiga minggu antara penyuntikan pertama dan kedua.

Moderna sendiri membutuhkan setidaknya 4 minggu antara vaksinasi pertama dan kedua. Sedangkan Sinovac masih belum jelas dosisnya, karena vaksin ini masih berada dalam uji klinis tahap III.

Ilustrasi Vaksin Covid 19
Ilustrasi Vaksin Covid 19

3. Cara Kerja

Sinovac menggunakan teknologi virus yang tidak aktif (dimatikan/dilemahkan), yang diharapkan bisa merangsang kekebalan tubuh terhadap SARS-CoV-2. Teknologi vaksinasi lama ini sangat mirip dengan vaksin cacar air dan flu.

Pfizer dan Moderna sendiri menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA), yang bisa mengajarkan sel tubuh manusia untuk membuat protein. Protein dalam tubuh manusia tersebut bisa memicu imunitas terhadap SARS-CoV-2.

4. Efektivitas dan Kemanjuran

Berdasarkan data terakhir, Pfizer berhasil mencatatkan imunitas hingga 95% (94% untuk lansia, usia 65 tahun ke atas) selama 28 hari penyuntikan pertama. Meski ada sekitar 4 kasus yang menyebabkan alergi parah, Pfizer termasuk memiliki persentase efikasi yang tinggi.

Perbandingan Vaksin Covid 19
Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dan Pfizer

Moderna sendiri masih belum pasti, karena data kemanjuran dan efektivitas masih terus berubah. Sejauh ini, vaksin tersebut berhasil menciptakan efikasi sebesar 94,5% dan masih akan terus ditingkatkan.

Sedangkan Sinovac masih belum ada datanya, karena vaksin tersebut masih berada dalam uji klinis tahap terakhir. Namun berdasarkan rilis dari Biofarma, Sinovac dipercaya bisa menciptakan efektivitas hingga 95%.

5. Distribusi

Sinovac adalah vaksin yang ramah dan mudah didistribusikan karena tidak membutuhkan persyaratan yang ribet agar vaksin tersebut bisa selamat sampai tujuan. Ya, Sinovac hanya butuh disimpan di bawah suhu minus 2 hingga 8 derajat Celcius.

Karena itu, vaksin ini cocok digunakan di negara berkembang (atau miskin) karena bisa didistribusikan dengan mudah.

Berbeda dengan Pfizer, yang mana membutuhkan suhu minus 75 derajat Celcius agar vaksin bisa bertahan dan selamat hingga negara tujuan. Moderna sendiri setidaknya membutuhkan penyimpanan di suhu minus 20 derajat Celcius untuk memastikan ketahanannya.

Fakta di atas adalah penyebab mengapa Indonesia kesulitan mendapatkan Pfizer (atau Moderna), makanya pemerintah beralih membeli Sinovac yang lebih mudah penyimpanannya.

6. Peluncuran

Pfizer adalah vaksin Covid-19 pertama yang sudah digunakan, yaitu di Inggris pada 8 Desember lalu dan Amerika pada 16 Desember. Rencananya, Pfizer juga sudah mengantongi izin untuk digunakan di Arab Saudi, Singapura, Meksiko, dan Kanada.

Vaksin Sinovac Tiba Di Biofarma Bandung
Vaksin Sinovac Tiba Di Biofarma Bandung

Sejauh ini, belum ada negara yang menggunakan Moderna dan Sinovac, karena masih berada dalam tahap uji coba. Namun begitu, sudah ada beberapa negara yang telah memesan Sinovac, di antaranya adalah Indonesia, Brasil, Chile, dan Turki.

7. Target Populasi

Sementara ini, Pfizer hanya diizinkan untuk digunakan untuk orang yang sudah berusia minimal 16 tahun. Moderna sendiri ditargetkan untuk orang yang berusia 17 tahun ke atas, sedangkan Sinovac masih belum jelas karena masih dalam tahap uji klinis.

8. Efek Samping

Sebagaimana vaksin pada umumnya, Pfizer dan Moderna tentu memiliki efek samping, misalnya saja sakit kepala, kelelahan, demam, nyeri otot, dan nyeri sendiri. Masih belum diketahui efek samping dari Sinovac, karena belum pernah digunakan sama sekali.

Di atas adalah perbedaan antara vaksin Sinovac, Pfizer, dan Moderna yang harus Anda pahami. Dikembangkannya ketiga vaksin di atas adalah angin segar yang memberikan secercah harapan pada umat manusia, yang sempat down karena pandemi yang tidak kunjung usai.

Write A Comment